Bitcoin turun 1,6% ke level sedikit di bawah $82.800 pada pagi hari 8 Oktober 2026 di Asia, menembus level yang oleh analis disebut sebagai pemicu potensial penurunan lebih lanjut. Penurunan ini terjadi ketika laporan bahwa Gedung Putih telah meminta Pentagon untuk opsi serangan terhadap Iran mendorong harga minyak naik dan menjaga imbal hasil Treasury AS jangka panjang tetap dekat level tertingginya sejak 2002.
Level Kunci Jebol
Bitcoin turun 1,6% ke level sedikit di bawah $82.800 pada Kamis pagi di Asia, menurut CoinDesk. Penurunan ini mendorong Bitcoin di bawah $83.000, level yang oleh FxPro pada Selasa diidentifikasi sebagai titik yang mengonfirmasi para penjual telah menguasai pasar. FxPro mengatakan tembusnya level tersebut dapat mengirim Bitcoin menuju $80.000 "dengan cukup cepat."
Taruhan Leverage Terhapus
Penurunan harga ini menyusul likuidasi posisi kripto dengan leverage sekitar $550 juta pada hari sebelumnya, menurut CoinGlass. Sebagian besar posisi yang dilikuidasi adalah milik pedagang yang bertaruh pada harga yang lebih tinggi. Likuidasi sebesar ini biasanya menambah tekanan turun lebih lanjut setelah level support kunci jebol, karena penjualan paksa memperparah penurunan yang ada.
Minyak Melonjak Akibat Laporan Iran
Minyak mentah Brent naik 2% ke atas $102 per barel pada 8 Oktober 2026. Kenaikan ini mengikuti laporan bahwa Gedung Putih telah meminta Pentagon untuk opsi serangan terhadap Iran, serta badai yang menghentikan sebagian produksi minyak AS dan serangan pemberontak Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi yang menewaskan tiga orang. Kombinasi potensi eskalasi militer dan gangguan pasokan fisik menambah tekanan naik baru pada harga minyak mentah.
Imbal Hasil Mendekati Level Tertinggi 2002
Lonjakan harga minyak mendorong imbal hasil Treasury 10 tahun naik dua basis poin ke 5,31% pada 8 Oktober 2026. Pergerakan ini melanjutkan tren kenaikan yang lebih luas pada biaya pinjaman AS: imbal hasil 10 tahun telah naik di atas 5,35% pada 7 Oktober 2026, level tertingginya sejak 2002, sementara obligasi Treasury 30 tahun mencapai 5,70%, tertinggi dalam beberapa dekade, menurut Forbes. Harga minyak yang tinggi terkait konflik Timur Tengah telah menjadi pendorong berkelanjutan dari aksi jual obligasi yang lebih luas sepanjang 2026.
Saham Juga Ikut Terkoreksi
Indeks Wall Street merosot pada Rabu, sehari setelah ditutup pada rekor tertinggi, dan saham Asia menyusul dengan penurunan sekitar 1%, menurut CoinDesk. Indeks MSCI All Country World turun 0,2%, semakin menjauh dari rekor yang pada awal pekan ini sempat hanya berjarak 1,5%. Koreksi di pasar kripto dan saham mencerminkan tekanan mendasar yang sama dari kenaikan imbal hasil dan harga minyak.
Token Lain Ikut Turun
XRP memimpin kerugian di antara token utama, turun hampir 4% ke sekitar $1,42. DOGE merosot 3% ke sedikit di bawah $0,09, dan ether turun 3% ke sekitar $2.570. HYPE dan SOL masing-masing turun lebih dari 2%, dan ZEC melemah kurang dari 1%. BNB dan TRX adalah satu-satunya yang mencatat kenaikan di antara token utama, masing-masing naik kurang dari 1%.
Apa yang Bisa Meredakan Tekanan
Dua sesi penurunan terakhir Bitcoin sama-sama bertepatan dengan harga minyak yang naik dan imbal hasil Treasury yang meningkat. Penurunan minyak mentah Brent kembali ke bawah $100 per barel, level harga yang diperdagangkan pada Selasa, akan menghilangkan sebagian tekanan tersebut. Hingga harga minyak dan imbal hasil jangka panjang mundur dari level tinggi saat ini, aset berisiko termasuk Bitcoin kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan.


