Pada Jumat, 24 Juli 2026, Bitcoin mempertahankan harga di $65.400, menunjukkan pemisahan yang jarang terjadi dari penjualan besar-besaran senilai $800 miliar di saham teknologi utama AS.
Poin Utama
• Saham teknologi besar, yang dikenal sebagai "Magnificent Seven," menghapus $797 miliar dalam nilai pasar selama penurunan satu hari sebesar 4,8%.
• Investor menjual saham karena kekhawatiran atas pengeluaran modal besar untuk infrastruktur AI, khususnya terkait pengungkapan dari Alphabet dan Tesla.
• Bitcoin menunjukkan stabilitas relatif, hanya turun kurang dari 1% dalam sehari.
• Analis masih belum yakin apakah ini mewakili pemisahan pasar permanen atau perbedaan sementara dalam perilaku perdagangan.
Pemisahan Pasar
Selama sebulan menjelang 24 Juli 2026, Bitcoin telah diperdagangkan sebagai proksi langsung untuk siklus modal AI, naik dan turun seiring dengan saham semikonduktor. Korelasi ini terputus pada hari Jumat ketika Bitcoin mempertahankan harga di sekitar $65.400, bahkan ketika saham mengalami volatilitas signifikan (Shaurya Malwa, Bitcoin holds near $65,000 as $800 billion AI selloff leaves crypto largely untouched). Kinerja ini menandai contoh pertama di bulan Juli di mana cryptocurrency tidak mencerminkan tren penurunan sektor teknologi yang lebih luas.
Penjualan Saham Teknologi
Kelompok "Magnificent Seven" dari saham megacap turun 4,8% pada hari Kamis, mengakibatkan penghapusan $797 miliar dalam nilai pasar (Shaurya Malwa, Bitcoin holds near $65,000 as $800 billion AI selloff leaves crypto largely untouched). Penurunan ini berdampak pada pasar yang lebih luas, dengan indeks S&P 500 turun 1,2% dan indeks Nasdaq 100 turun 1,9%. Kelompok ini sekarang diperdagangkan 11% di bawah rekor tertinggi dari akhir Mei 2026, mewakili total kerugian $2 triliun dalam valuasi.
Kekhawatiran Pengeluaran AI
Katalis utama untuk penjualan saham adalah skeptisisme investor mengenai pengembalian investasi untuk infrastruktur Kecerdasan Buatan. Alphabet memproyeksikan pengeluaran modalnya akan mencapai $205 miliar untuk tahun fiskal 2026, sementara CEO Tesla Elon Musk menyebut tahun 2026 sebagai "tahun capex besar" di tengah laba yang lebih rendah dari perkiraan (Shaurya Malwa, Bitcoin holds near $65,000 as $800 billion AI selloff leaves crypto largely untouched). Laporan keuangan ini mengonfirmasi kekhawatiran investor bahwa perusahaan teknologi mengalokasikan modal untuk infrastruktur AI dengan tingkat yang melebihi pengembalian finansial yang dapat dibenarkan.
Kinerja Kripto
Sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 berjuang, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $65.400, mencerminkan kerugian kurang dari 1% dalam sehari (Shaurya Malwa, Bitcoin holds near $65,000 as $800 billion AI selloff leaves crypto largely untouched). Aset digital lainnya mengalami penurunan yang lebih signifikan, dengan Ether turun 3% ke $1.879 dan Dogecoin turun 5% ke $0,069. Selain itu, XRP menurun 2% ke $1,11, sementara Solana turun 3% ke $76, menunjukkan bahwa pasar kripto tidak sepenuhnya kebal terhadap sentimen negatif.
Prospek Masa Depan
Analis keuangan saat ini memperdebatkan apakah divergensi ini menunjukkan pemisahan nyata pasar aset digital dari saham teknologi atau jika ini adalah anomali jangka pendek. Karena penambang Bitcoin semakin mengintegrasikan operasi mereka sebagai operator pusat data AI, pengurangan pengeluaran infrastruktur AI yang berkepanjangan pada akhirnya dapat memengaruhi valuasi cryptocurrency (Shaurya Malwa, Bitcoin holds near $65,000 as $800 billion AI selloff leaves crypto largely untouched). Ketidakpastian utama adalah apakah dampak perubahan pengeluaran modal ini akan merambat ke pasar kripto dengan kecepatan yang lebih lambat daripada reli kenaikan awal.



















