Stablecoin telah berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan digital, dengan penerbit mulai dari perusahaan mapan utama hingga peserta baru yang mencoba berbagai pendekatan pendapatan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana dan mengapa model bisnis di bidang ini berubah.
Mengapa Model Bisnis Stablecoin Berubah?
Dengan model pendapatan cadangan yang didominasi oleh perusahaan besar dengan volume peredaran yang besar, stablecoin sedang mengubah model bisnisnya. Karena pendapatan langsung terkait dengan ukuran aset yang dikelola, penerbit kecil sulit bersaing hanya dengan pendapatan bunga.
Konsentrasi ini mengurangi diferensiasi di tingkat penerbitan. Akibatnya, persaingan beralih ke utilitas, distribusi, dan integrasi dengan sistem pembayaran dan keuangan, bukan hanya pencetakan token sederhana.
Kepatuhan regulasi dan adopsi institusional juga mendorong stablecoin lebih dekat ke infrastruktur keuangan tradisional, di mana utilitas transaksi dan kepatuhan sama pentingnya dengan mekanisme penerbitan.
Model Apa yang Layak di Pasar Stablecoin Saat Ini?
Model yang layak di pasar stablecoin saat ini adalah model yang berbasis penggunaan, bukan skala penerbitan. Model yang berfokus pada pembayaran menghasilkan pendapatan dari transaksi dan biaya penyelesaian dengan menyematkan stablecoin ke dalam jaringan bisnis dunia nyata dan pengiriman uang.
Model infrastruktur berhasil dengan menyediakan sistem penerbitan dan saluran teknologi bersama untuk penerbit lain, menghasilkan keuntungan dari partisipasi jaringan, bukan peredaran token. Model ini mendapat manfaat dari efek skala di antara banyak pembangun, bukan produk tunggal.
Model ketiga yang layak menargetkan koridor mata uang tertentu atau pasar yang kurang terlayani, di mana stablecoin memenuhi ceruk untuk penyelesaian regional atau kebutuhan likuiditas lepas pantai.
Dalam semua model yang berhasil, prinsip kuncinya sama: pendapatan berasal dari arus modal, bukan dari memegang cadangan.
Kesimpulan
Model bisnis stablecoin sedang berubah karena penerbitan berbasis cadangan secara struktural terkonsentrasi dan terbatas oleh skala. Ini memaksa pendatang baru untuk beralih ke model pendapatan yang digerakkan oleh penggunaan. Model yang berhasil adalah model yang dibangun di atas pembayaran, infrastruktur, dan kebutuhan likuiditas yang ditargetkan.




















