OpenAI telah mencapai valuasi sebesar 840 miliar dolar setelah menyelesaikan salah satu putaran pendanaan pribadi terbesar dalam sejarah. Pendanaan 110 miliar dolar ini menyoroti bagaimana bidang kecerdasan buatan terus menarik modal besar meskipun ada kekhawatiran tentang tingkat valuasi.
Siapa para investor? Bagaimana ketentuannya?
Putaran pendanaan ini meliputi:
- SoftBank berinvestasi 300 miliar dolar
- Nvidia berinvestasi 300 miliar dolar
- Amazon berinvestasi 500 miliar dolar
Total komitmen SoftBank diperkirakan akan mencapai sekitar 646 miliar dolar, memberikannya sekitar 13% kepemilikan saham. Jika terjadi penawaran umum perdana (IPO), sebagian investasinya akan dikonversi menjadi saham biasa.
Keterlibatan Nvidia memperkuat hubungan keuangannya dengan pelanggan utama chip AI. Investasi Amazon terkait dengan perluasan perjanjian komputasi dan cloud jangka panjang.
Bagaimana ini akan memperkuat infrastruktur AI?
Sistem kecerdasan buatan membutuhkan daya komputasi dalam skala besar. OpenAI berencana menggunakan sistem Rubin dari Nvidia, yang mewakili kapasitas komputasi sekitar lima gigawatt.
Perusahaan ini juga memperluas kerja sama dengan Amazon:
- Menggunakan chip AI Trainium dari Amazon
- AWS sebagai penyedia cloud pihak ketiga eksklusif untuk OpenAI Frontier
- Rencana untuk menghabiskan tambahan 1 triliun dolar di Amazon Web Services dalam delapan tahun ke depan
Microsoft Azure tetap menjadi penyedia cloud eksklusif untuk API dan produk inti pihak pertama OpenAI.
Mengapa valuasi AI dipertanyakan?
Meskipun bidang kecerdasan buatan terus menerima investasi, pasar menjadi lebih hati-hati karena alasan berikut:
- Kebutuhan belanja modal yang tinggi
- Biaya penelitian dan infrastruktur yang meningkat
- Persaingan sengit dari perusahaan seperti Anthropic dan Google
Beberapa analis juga menyoroti risiko yang muncul dari investasi silang antara perusahaan teknologi besar.
Apa yang mungkin terjadi selanjutnya?
Modal baru ini meningkatkan kemampuan OpenAI untuk memperoleh chip canggih dan memperluas kapasitas penelitiannya. Potensi IPO dapat lebih menguji bagaimana pasar publik menilai valuasi AI dalam lingkungan yang padat modal.






















