Bitcoin telah turun di bawah level dukungan psikologis yang kritis, menciptakan periode ketidakpastian yang meningkat bagi pemegang aset digital dan peserta pasar global.
Poin Utama
Penurunan Harga: Bitcoin jatuh ke posisi terendah $76.720, menembus ambang batas $77.000.
Pemicu Geopolitik: Ketegangan baru antara AS dan Iran telah memicu peralihan ke aset safe-haven.
Tekanan Inflasi: Brent crude mencapai $111 per barel telah meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Keluar Institusional: ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih besar $1 miliar dalam satu minggu.
Analisis Pelanggaran Dukungan dan Terendah Sesi
Bitcoin (BTC) merosot ke posisi terendah sesi sekitar $76.720 pada 18 Mei 2026, menandai putus yang tegas dari konsolidasi minggu-minggu sebelumnya di atas kisaran $80.000. Gerakan turun ini menandakan kerusakan teknis besar yang mengganggu level dukungan lokal dan menggeser momentum jangka pendek. Menurut laporan pasar spesifik "Bitcoin Jatuh di Bawah $76k di Tengah Kekhawatiran AI dan Iran" yang diterbitkan oleh Investing.com, kecepatan penurunan memicu pergeseran sentimen signifikan saat trader gagal mempertahankan pemulihan singkat di atas $79.000.
Gesekan Geopolitik
Katalis utama untuk penjualan ini tampaknya adalah permusuhan diplomatik yang meningkat antara Washington dan Teheran. Mantan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran di media sosial, yang oleh analis pasar diinterpretasikan sebagai tanda potensi eskalasi militer atau ekonomi. Seperti dilaporkan oleh The Block Crypto News, ketidakstabilan geopolitik ini telah membuat investor mengurangi eksposur ke aset "risk-on" demi pelestarian modal tradisional.
Energi dan Inflasi
Secara bersamaan, pasar energi memberikan tekanan turun pada Bitcoin saat harga minyak melonjak karena ketidakstabilan Timur Tengah. Brent crude telah naik ke $111 per barel dan WTI telah naik di atas $107 per barel, menurut data harga yang dikutip oleh Investing.com. Kami melihat lonjakan ini memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di 5,25% atau lebih tinggi untuk durasi yang lebih lama untuk memerangi inflasi persisten yang diakibatkan oleh biaya energi tinggi.
Arus Keluar Institusional
Kepercayaan institusional menunjukkan tanda-tanda retak saat latar belakang makroekonomi memburuk. Dalam minggu yang berakhir pada 17 Mei 2026, ETF spot Bitcoin melihat arus keluar bersih total sekitar $1 miliar, menurut analisis arus dana terbaru dari The Block Crypto News. Ini mengakhiri enam minggu berturut-turut arus masuk bersih, menunjukkan bahwa manajer dana skala besar beralih ke kas dan Treasury jangka pendek untuk lindung nilai terhadap volatilitas.
Dampak Pasar
Sentimen pasar telah bergeser secara agresif dari optimisme ke kehati-hatian, seperti tercermin dalam Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin yang jatuh ke nilai 27. Level ini menunjukkan keadaan "Ketakutan" di antara peserta, seringkali menyebabkan volume perdagangan yang berkurang dan volatilitas yang meningkat. Selain itu, penguatan Indeks Dolar AS (DXY) dan kenaikan imbal hasil Treasury 10 tahun membuat aset non-penghasilan seperti Bitcoin kurang menarik bagi meja tradisional.
Kesimpulan
Penurunan baru-baru ini di bawah $77.000 menyoroti kerentanan Bitcoin yang terus-menerus terhadap pergeseran politik global dan inflasi yang didorong energi. Sementara beberapa ahli pasar melihat ini sebagai koreksi yang diperlukan untuk struktur pasar jangka panjang yang sehat, prospek langsung tetap waspada.





















