Pada 25 Maret, peneliti Bitcoin Axel Adler Jr. menyatakan bahwa berdasarkan indikator on-chain, siklus harga saat ini mencerminkan konsolidasi yang sehat, bukan awal dari pasar bear. Adler Jr. mencatat bahwa BTC dalam siklus ini belum memasuki zona "overheating", yang dapat dilihat dari model harga investor BTC.
Indikator ini pernah mengeluarkan sinyal jual dua kali pada tahun 2021. Model ini menggabungkan data seperti kapitalisasi pasar yang direalisasikan, harga investor, dan pasokan Bitcoin.
Dengan menggunakan indikator Cumulative Value Days Destroyed (CVDD) Bitcoin, Adler berpendapat bahwa pasar masih berada dalam "fase pertumbuhan".
Indikator CVDD digunakan untuk memantau aktivitas penjualan oleh pemegang jangka panjang. Hingga saat ini, bull run ini hanya memicu satu sinyal jual pada Maret 2024. Dalam sebuah artikel Substack, Adler menyatakan: "Mempertimbangkan dinamika pasar saat ini, begitu Bitcoin menembus level puncak kunci ($123.000), mungkin akan terjadi aksi take profit oleh investor berpengalaman, yang dapat memberikan tekanan penurunan pada harga."
Berdasarkan analisis di atas, Adler Jr. memprediksi bahwa Bitcoin mungkin akan naik menjadi $130.000 dalam 90 hari ke depan.






















