Pharos mengumumkan model ekonomi token PROS-nya, menetapkan pasokan awal tetap sebesar 10 miliar token dan memperkenalkan rencana inflasi bertahap dari nol. Token ini diposisikan sebagai aset inti dari blockchain PoS berkinerja tinggi yang fokus pada keuangan dunia nyata (RWA), dengan desain yang bertujuan untuk menyeimbangkan stabilitas pasokan awal dan pertumbuhan ekosistem jangka panjang.
Pasokan Tetap 10 Miliar Token
Pasokan token PROS ditetapkan sebesar 10 miliar, dengan batas maksimum emisi yang ditetapkan sejak awal. Struktur ini memberikan batas moneter yang jelas untuk jaringan, sekaligus mendukung distribusi yang dapat diprediksi seiring dengan adopsi dan perluasan penggunaan.
Enam Bulan Pertama Tanpa Inflasi
Rencana inflasi menetapkan imbalan staking sebesar 0% selama enam bulan pertama setelah peluncuran mainnet, yang berarti tidak ada token baru yang dicetak pada tahap awal. Mulai bulan ketujuh, inflasi dimulai dengan tingkat tahunan 5% dan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kondisi jaringan dan permintaan.
Utilitas Lintas Jaringan
Token PROS digunakan untuk biaya transaksi, staking, partisipasi validator, pemungutan suara governance, dan insentif ekosistem. Ini juga dapat diperluas ke aplikasi keuangan dunia nyata seperti collateral stablecoin, sehingga memperkuat perannya dalam kasus penggunaan infrastruktur terkait RWA.
Vesting Jangka Panjang dan Pelepasan Terkendali
Alokasi token mengikuti model vesting terstruktur, termasuk periode penguncian 12 bulan untuk tim dan alokasi privat, diikuti dengan pelepasan linear selama 36 bulan. Rencana pelepasan untuk beberapa insentif dan alokasi treasury diperpanjang hingga 48-60 bulan, memastikan sirkulasi bertahap dan membatasi tekanan pasar di tahap awal.
Kesimpulan
Model token PROS Pharos memperkenalkan kerangka emisi terkontrol yang berpusat pada pasokan tetap dan inflasi yang tertunda, untuk mengelola kondisi likuiditas awal. Kombinasi emisi bertahap dan periode vesting yang diperpanjang dirancang untuk mendukung keselarasan jaringan jangka panjang dan pengembangan ekosistem yang stabil.




















